Kamis, 24 Mei 2012

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT



Riwayat alamiah penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk Intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural. Pengetahuan tentang riwayat alamiah penyakit merupakan langkah awal yg perlu dilakukan untuk mengetahui aspek-aspek lain yg berkaitan dengan penyakit. Manfaat mengetahui riwayat alamiah penyakit yaitu untuk :
1.   Untuk kepentingan diagnostic
2.   Untuk pencegahan, dan
3.   Untuk terapi
             Riwayat alamiah suatu penyakit pada umumnya melalui beberapa tahap yaitu :
1.      Tahap prepatogenesis
Pada tahap ini  individu berada dalam keadaan normal/ sehat. Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara pejamu dan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi masih diluar tubuh. Dalam arti bibit penyakit masih ada diluar tubuh pejamu. Belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh mana daya tahan tubuh pejamu masih kuat. Namun, jika pejamunya “lengah” atau bibit penyakit menjadi ganas, atau lingkungan memberikan kondisi yg kurang menguntungkan pejamu, maka keadaan dapat segera berubah memasuki tahap berikutnya yaitu tahap pathogenesis
2.      Tahap pathogenesis
Ada 4 subtahap dalam tahap ini,yaitu :
a.       Masa inkubasi, yaitu masuknya bibit penyakit kedalam tubuh yang peka terhadap penyakit, sampai timbul gejala penyakit lainnya, masa inkubasi ini bervariasi antara satu penyakit dengan penyakit lainnya.
b.      Tahap penyakit dini, pada tahap ini dimulai dengan munculnya gejala penyakit yg kelihatan ringan. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan
c.       Tahap penyakit lanjut,merupakan tahap dimana penyakit bertambah parah dengan segala kelainan patologis dan gejalanya. Pada tahap ini penyakit memerlukan pengobatan yg tepat.
d.      Tahap penyakit akhir, yaitu masa berakhirnya penyakit dengan berbagai macam keadaan yaitu :
-          Sembuh sempurna
-          Sembuh dengan cacat
-          Karier (sudah sembuh tetapi masih terdapat bibit dalam tubuh)



UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT
            Salah satu kegunaan riwayat alamiah penyakit adalah untuk melakukan upaya pencegahan, dikenal ada empat tingkat pencegahan. Dikenal ada empat tingkat pencegahan penyakit. 

prepatogenesis
Underliying condition
Primordial prevention (pencegahan tingkat awal)misalnya pengendalian rokok
Health promotion


Specific protection
Primary prevention (pencegahan pertama)
Misalnya melakukan pendidikan kesehatan, imunisasi, kontrol lingkungan/sanitasi
patogenesis
Early diagnosis and promp treatment
Secondary prevention(pencegahan kedua)berupa screening, pemberian pengobatan sejak dini
Disability limitation


Rehabilitation
Tertiary prevention(pencegahan tingkat ketiga/pasca-sakit) misalnya rehabilitasi









Rabu, 23 Mei 2012

I WILL NOT GIVE UP COZ I WAS BORN TO LOSE



semua yang ada didunia merupakan  suatu perjodohan, keras dengan lembut, panas dengan dingin, kuat dengan lemah. semuanya merupakan kuasa allah terhadap ciptaannya, begitu juga dengan kesulitan ketika allah menurunkannya pasti dibaliknya tercipta sebuah kemudahan,....
setelah begadang ada tidur pulas,....
setelah sakit ada kesembuhan
dalam setiap kegelapan akan muncul sebuah sinar terang...
setiap tangisan akan berujung dengan senyuman dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian
sejumlah kisah sejumlah peristiwa lahir dan tumbuh
duka nestapa disetiap bersama kehidupantak jarang terdapat diakhir cerita..
adakalanya luka teramat pedih,,
luka yg berakhir dengan tangisan pilu,,
tapi selalu ada jalan terbentang selalu ada kemungkinan untuk menang,,AKU TAK AKAN MENYERAH KARENA AKU TERLAHIR SEBAGAI PEMENANG

Selasa, 22 Mei 2012

ANEMIA


  
1.        Pengertian anemia
Anemia Gizi  adalah kekurangan kakurangan kadar hemoglobin dalam darah (Almatsier, 2003). Pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (Hemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya anemia antara lain, kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorbsi diusus, perdarahan akut maupun kronis, dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil, masa pertumbuhan, dan masa penyembuhan dari penyakit (Sadikin, 2001). Sedangkan pada pekerja anemia biasanya disebabkan oleh  sistem kerja atau waktu kerja yang melebihi batas toleransi sehingga menimbulkan kelelahan yang akan berpengaruh terhadap penurunan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah, terpapar sinar radiasi, keracunan Pb, infeksi cacing  dan pada pekerja perempuan ditambah dengan adanya menstruasi, pemakaian alat Kontrasepsi (KB Spiral) dan kehamilan  (Warta Kesehatan Kerja, 1997).
2.        Tanda – Tanda klinis Anemia
Tanda–tanda klinis yang dapat dilihat adalah :
a.       Lelah, lemah,lesu. letih, lalai (5L).
b.      Bibir nampak pucat.
c.       Kadang–kadang pusing.
d.      Denyut jantung meningkat.
e.       Nafas pendek.
f.       Mudah mengantuk (Supariasa dkk., 2001).
3.        Pemeriksaan Anemia
Hemoglobin (Hb) adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indek kapasitas pembawa oksigen pada darah. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengidikasikan anemia (Supariasa dkk., 2001).  Nilai normal Hemoglobin menurut SK MenKes yaitu ≥13g/dl untuk laki-laki dewasa, ≥12g/dl untuk wanita dewasa, ≥11g/dl untuk anak-anak dan ≥11g/dl untuk wanita hamil (Riset Kesehatan Dasar, 2007). Pemeriksaan Hemoglobin Bergantung pada metode yang digunakan, nilai hemoglobin menjadi akurat sampai 2-3 persen (Supariasa dkk., 2001).
4.        Akibat Anemia
Anemia menyebabkan jumlah oksigen yang diikat dan dibawa hemoglobin berkurang, sehingga tidak dapat memenuhi keperluan jaringan. Beberapa organ dan proses memerlukan oksigen dalam jumlah besar. Bila jumlah oksigen yang dipasok berkurang, maka kinerja organ yang bersangkutan menurun, sedangkan kelancaran proses tertentu akan berkurang. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa prestasi intelektual, seperti kemampuan belajar dan menyerap pelajaran memang berkurang pada keadaan anemia. Hal ini terjadi baik pada anak maupun orang dewasa yang menderita anemia . Sedangkan pekerja dengan keadaan anemia akan menurunkan tingkat produktivitas kerja sebanyak 20 persen dibandingkan pekerja yang tidak mengalami anemia  Anemia membawa akibat yang sangat besar terhadap kondisi hidup, bahkan masa depan seseorang (Sadikin, 2001).
5.        Pencegahan dan Pengobatan Anemia
Pengobatan anemia  tergantung pada penyebabnya. Jika seseorang terkena anemia besi maka pengobatannya dengan pemberian suplemen yang mengandung zat besi (pil besi). Selain itu diberikan pula makanan yang kaya akan zat besi. Jika anemia disebabkan oleh suatu pengobatan, maka dokter harus segera mengganti pengobatan tersebut. Jika anemia disebabkan oleh suatu infeksi, maka anemia akan berlalu seiring membaiknya infeksi (Putra, 2005).

DIARE AKUT





Diare akut adalah keadaan dimana buang  air besar  lembek yg frekuensinya lebih dari tiga kali sehari.  Diare akut sering disertai dengan tanda dan gejala klinik lainnya seperti muntah, dehidrasi, demam dan gangguan elektrolit. Keadaan ini merupaka gejala infeksi yg disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit perut. Diare juga dapat terjadi bersamaan dengan penyakit lain seperti malaria dan campak, begitu juga dengan keracunan kimia. Perubahan flora usus yg dipicu antibiotik menyebabkan diare akut karena pertumbuhan berlebuhan dan toksin dari Clostridium difficile.
Dari sudut pandang klinis, diare  dapat dibagi menjadi enam gejala klinik:
1.      Diare ringan, diatasi dengan pemberian larutan rehidrasi oral yg terdiri dari air, glukosa dan elektrolit
2.      Diare berdarah (disentri)
3.      Diare persiten yg berlangsung paling sedikit selama 14 hari
4.      Diare berat seperti pada cholera
5.      Diare ringan tanpa dehidrasi karena muntah, disebabkan oleh virus gastroenterides, diare karena toksin seperti yg disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Bacillus cereus atau Cl.perfringens
6.      Colitis hemoragica, dengan diare cair mengandung darah banyak tetapi tanpa demam atau fekal lekositosis.
Pemberantasan penyakit diare dapat dilakukan melalui berbagai cara :
-          Menjaga kebersihan makanan dan minuman
-          Menjaga kebersihan perorangan (mencuci tangan sebelum makan dengan sabun dan air)
-          Penyediaan air bersih(klorinasi air PAM)
-          Perbaikan sanitasi lingkungan dan perumahan
-          Perbaikan gizi masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh
-          Pengobatan penderita 
 

SUMBER :  MANUAL P2M